Rss Feed
Showing posts with label Heart Thingy. Show all posts
Showing posts with label Heart Thingy. Show all posts

Pelengkap Kisah



Kamu tahu? Dalam setiap kisah cinta epik yang berakhir indah, selalu ada mereka. Pelengkap kisah, pencinta dengan hati dan pengertian seluas samudera.

Mereka, tempat berlabuh sementara, yang sempat yakin mereka telah bertemu cinta, hingga pada saatnya, begitu hidup menampar mereka dengan realita, mereka mengangkat kepala, dan melepas dengan sukarela.

Tanpa mereka, sang pelengkap kisah, maka ceritera tak lagi sama indahnya, tak lagi manis akhirnya. Mereka bukan tokoh utama, tapi kehadirannya mutlak adanya. Atau kisah itu tak lagi melibatkan petualangan indera, tak lagi luar biasa, tak lagi penuh romansa.

Tapi kamu tahu? Mungkin hanya sedikit sekali dari kita yang bisa melakoninya, secara utuh di dunia nyata. Karena yakinlah, perih rasanya. Perih itu, mungkin juga tak terkira.

Tapi toh mereka harus mengalah. Karena di buku ini mereka bukan sentra cerita. Mereka pelengkap kisah. Ini bukan tentang mereka.

Dan mungkin suatu saat kelak, jika beruntung, sang pelengkap kisah akan menemukan buku lain untuk mereka, dimana mereka bukan lagi pelengkap kisah. Mereka jadi tokoh utama. Percaya, hari itu akan ada.

Karena saya tak bisa. Tak kuasa. Saya menolak menjadi realita. Yang dipilih karena dekat, nyata, dan mencinta. Saya ingin, menjadi absurd, dalam mimpi yang fana, yang didamba.

Dan saya yakin kita akan bersua. Sesama pendongeng tak nyata. Yang mencinta dalam jiwa. Menjadi sepasang pemimpi yang mengarungi dunia. Mungkin bukan di buku ini, mungkin di buku milik kita. Bersama. 



NB: Tengah mempersiapkan hati, bila ternyata kita bukan Kugy. Bila ternyata kita hanya Joshua, Wanda, Luhde, atau Remi. Pun bila nanti demikianlah adanya, maka semoga bisa melepas dengan lapang dada, seperti mereka, sang pelengkap kisah.

Filosofi Luka..


Beberapa orang tersakiti dan memasrahkan semuanya. Karena yakin memang demikianlah hidup adanya. Sakit adalah bagian dari hidup yang tak terpisahkan, tak satupun bisa menghindar daripadanya. Yakin bahwa suatu saat semuanya akan terbalas, atau tak terbalas, tapi hanya itu, tak lebih tak kurang. Biarkan semuanya diatur  oleh Yang Maha Mendalangi Hidup. Percaya bahwa tak ada sakit yang tak sembuh, tak ada badai yang tak berlalu.

Beberapa orang yang tersakiti merasa perlu menyakiti kembali. Dengan demikian ia merasa impas sakitnya. Dengan demikian akan terasa lebih adil baginya. Betapa menyenangkannya mengetahui bahwa semua orang sebenarnya punya kapabilitas yang sama dalam menyakiti. Meski tahu bahwa faktanya tak ada hal yang benar-benar berubah, tak ada yang benar-benar jadi lebih baik, pun tak juga luka itu akan lebih cepat sembuh. Kenyataannya adalah, luka itu jadi terasa tak lebih sakit, karena orang di sekitar pun merasa sakit yang sama. Ia kebahagian semu semata. Jadi, untuk apa?


Beberapa orang membiarkan lukanya disembuhkan. Oleh mekanisme alami hati manusia yang dinamis, oleh waktu yang maha berkuasa mengubur semuanya, oleh keyakinan pada apa yang kita sebut takdir. Beberapa yang lain hanya membuatnya lebih parah dengan memupuk dendam. Tapi kenyataannya, semua luka punya penyembuhnya sendiri. Tak ada sakit tanpa obat. Kita hanya perlu percaya bahwa sang penyembuh itu, akan datang sendiri nanti. Kita tak perlu tahu kapan, dimana, oleh apa, oleh siapa. Hanya perlu yakin bahwa ia nyata. Sang penyembuh itu ada.


Beberapa luka sembuh dengan cepat, beberapa makan waktu yang tak sebentar. Beberapa luka sanggup menghilang tanpa bekas, beberapa meninggalkan carut yang tak hilang jua. Beberapa luka mampu sembuh sendiri, beberapa butuh katalis dan bantuan dari luar. Beberapa luka meninggalkan hikmah, dan beberapa berlalu tanpa jejak. Tapi kenyataannya adalah, luka tetaplah hanya sebuah luka. Luka tak pernah hingga mencabut nyawa. Dan yakinlah apa yang tak membunuhmu pada akhirnya akan membuatmu lebih tangguh. 

Maka sapalah lukamu yang paling menyakitkan, rangkullah lukamu yang tengah diobati, ingatlah lukamu yang telah sembuh, kenanglah bekas luka yang tertinggal disana, dan lanjutkanlah hidup..


*mungkin hanya mereka yang telah melewati serangkaian sakit dan luka, yang akan sanggup memahami dan percaya...

Celebrating New Year 2011 - Eve's version


Check sound... Ngantor setengah hari... Makan siang... Rokok... Ganti kostum... Ketiduran... Lari ke panggung... Sing I'm Yours for Minesweeper... Sing Long Train Running for Minesweeper... Nongkrong di sporthall with Deformed band... Makan sate dari panitia dengan secuil lontong dan bumbu terlampau encer... Ngobrol ngalor ngidul... Sing Kamu Harus Pulang for Minesweeper... Ganti baju kilat... Put a superblack eyeliner on... Sing Terbang for Deformed... Sing The Path to Decay for Deformed... Evaluasi performance Deformed di sporthall... Jadi kelaperan setelah teriak-teriak... Ngiter-ngiter bersama di stand mencari makanan hangat... Lesehan menikmati coto makasar... Mojok bersama pria-pria sangar dan menikmati alkohol yang digilir dalam takaran naik turun dari bandar yang tidak akurat *ampun nyit*... Get high... Get out and watch the fireworks... Raise hands up high to the sky as the flares exploded... Shout hell yeaaahh welcoming a whole new year... Memejamkan mata sejenak dan berdoa semoga semua kesedihan ikut berlalu seiring bergantinya tahun... Laugh out very loud menyaksikan cakrek dengan rambut gondrong dan dandanan super gaharnya berjoget koplo sendiri bagai tak sadar dunia... Sesekali berjoget kecil bersama dalam lingkaran selagi sang diva dangdut bernyanyi dengan binal di panggung... Nongkrong di honai, then drink more and more and more... Exhausted and fell asleep... Dibangunkan dan digiring pulang... Oleng... Terkapar di kasur right away... Get up and jackpot!!!!!


*thanks guys, you really made my day, definitely one day I am needing to get loose :) 

All Those Missing Stuff


You’ll never know what you got till it’s gone,,, by Anonymous


Yup, bener-bener ga tau karunia apa yang sudah kita dapat sampai semuanya mendadak hilang. Disini dan di tempat ini mungkin memang waktu yang tepat untuk belajar mensukuri semua yang kita dapat, sesepele apa pun itu.

Dulu sering banget ngeluh kalo udara lagi panas-panasnya. Disini, saat matahari seperti enggan menyapa dan satu-satunya teman yang setia adalah kabut dan asap tipis saat bibir terbuka, kau akan merindukan betapa hangatnya mentari menyengat kulit. Miss the sunshine,,,

Dulu sering menganggap tempe makanan murah yang membosankan. Disini, saat semua yang terhidang di depan mata hanya daging, steak, burger, hotdog, dan spaghetti, kau akan merindukan betapa nikmatnya tempe dan segala gorengan murahan berminyak. Miss those food,,,

Dulu sering melihat air putih tak lebih sebagai pelega dahaga biasa. Disini, saat air putih menjadi langka dan menjadi rebutan di hero, kau akan melihat aqua sebagai barang mewah. Miss the aqua,,,

Dulu sering menganggap warung dan pedagang keliling ada karena demikianlah adanya dunia. Disini, saat hero adalah satu-satunya tempat belanja dengan harga selangit, kau akan menghargai mereka yang menjaja dagangan di kaki lima. Miss those people,,,

Really need to appreciate what you got before they’re gone,,, by Eva